Aku benci semua hal yang lalu datang lagi ke pada ku.

Banyak hal yang tak aku suka lagi sejak kita berpisah dulu, lagu-lagu yang sering kita putar di mobil mu, makanan kesukaan pinggir jalan yang selalu kita datangin, minuman yang selalu kau pesan untuk ku. Aku benci hal itu. Aku pulih dari rasa sakit ketika kau memutuskan untuk meninggalkan aku sendiri. Kau mengira kau kurang pantas untuk ku. Kau mengira kau tak cukup layak untuk ku. Kau mau kita berhenti sejak pada saat itu, tapi bagi ku berhenti sejenak memberi ruang baru bagi orang lain buat masuk ke hidup kita yang sedang membenahi diri, bisa saja kau atau aku tertarik pada sesuatu yang lebih dari antara kita berdua. Bisa saja hal ini membuat mu menjadi semakin yakin untuk kita berpisah.

Jadi sebelum semua hal buruk terjadi, sebaiknya kita benar benar berhenti tanpa mengganggu kehidupan yang kita jalani bersama. Bertahun dengan mu bukan waktu yang sebentar. Ternyata menemani proses mu hingga di titik yang kau inginkan pun belum cukup terhadap dirimu.

Setelah beberapa bulan hubungan kita berakhir kau mencoba memperbaiki nya kembali. Aku tetap pada pendirian ku. Kau hanya ingin bermain main dengan ku. Setelah setahun berikutnya kau dengan bangga memamerkan pasangan mu di sosial media, hal yang tak pernah kau lakukan dulu kepada ku. Aku tidak marah atau pun kecewa atas prihal itu. Aku berbahagia kau menemukan wanita dengan kriteria setara dengan mu. Dan teman teman mu masih bertanya kenapa kita dulu berpisah. Mereka menghubungi ku seolah mereka tidak mendapat cerita dari mu. Apa yang kau inginkan setelah kita berpisah ? Berharap aku tidak baik baik saja ? Aku tetap seperti aku yang sebelumnya, aku bekerja dan bersenang senang atas apa yang aku inginkan. Dan kebiasaan mu mengabaikan ku sebelum kita benar benar berakhir membuat ku terbiasa tanpa mu. Kau memberiku ruang untuk aku tetap tenang meski kau pergi dari hidupku. Meski beberapa keluarga ku bertanya apa yang sebenarnya terjadi antara kita berdua. 

Kau tak layak untuk aku perjuangkan pada saat itu. Kau terus merasa dirimu tak pantas untuk ku. Dan aku dengan keras kepala ku menganggat dagu ku dan berkata " jika memang itu yang kau mau, silahkan. Aku tidak akan pernah memaksa siapa pun untuk terus tinggal disisi ku". Kalimat yang tegar mungkin. Tapi setelah malam kejadian itu aku juga ikut hancur bersama ucapan ku. Tapi tak apa. Jika pun bersama nya tak ada gambaran sempurna untuk aku dan dirimu. Cara tuhan memisahkan aku dan dirimu sangat halus. Seminggu setelah putus aku benar benar fokus pada diri ku. Aku fokus dengan karir ku. Tapi aku tetap benci semua hal yang pernah di lalui bersama. Aku benci lagu favorit mu, karna setiap kali terdengar di coffee shop di tempat biasa aku mengopi, lagu itu di putar seolah suaramu tetap bergema di kepala ku. Bukan karna aku tidak bisa melupakan mu. Tapi aku mengingat di malam singkat keputusan itu. 

Kamu pembelajaran buat ku. Semua orang yang datang dan pergi adalah hasil dari kita survival terhadap hidup bersama mu. Aku petik pelajaran baik bersama mu. Dan aku tentu tidak akan mengulangi hal bodoh dua kali setelah itu. Aku masih sendiri bertahun-tahun tak lagi bersama mu. Dan kau dengan cinta baru mu. Tak pernah apa buat ku. Aku tak pernah menyesal pernah mengenal kau juga.

Komentar

Postingan Populer