2 tahun, tapi perasaan ku berhenti di kamu

2 tahun, dan bahkan kita tidak pernah bertemu di ketidak sengajaan mana pun. Tapi bayangan mu terus muncul, bahkan ketika aku tertidur pun kamu masuk di dalam nya. Aku bingung setiap kali memikirkan nya setelah bangun. Aku bahkan gengsi buat menghubungi lebih dulu. Aku takut kamu merasa terganggu oleh ku. Aku takut kamu tak nyaman saat aku bertanya apa kamu baik baik saja.

Kita pernah saling mengikat janji dulu. Dan aku selalu memegang kalimat kamu itu. Aku tau kamu orang yang tak akan ingkar. Tapi setelah hubungan kita selesai, kamu memperbaiki karir mu dan aku memperbaiki diriku. Semua seolah kalimat mu menjadi abu abu sekarang. 

Setiap kali pihak keluarga ku bertanya kenapa belum ingin menikah, aku hanya bisa menjawab, aku masih senang dengan dunia ku. Padahal ada seseorang yang sedang aku tunggu kehadiran nya. Seumur hidup itu adalah waktu yang lama buat di habiskan selama menikah. Dan mencari orang lain yang tak mengerti aku sama saja terjebak SE umur hidup di Basement. 

Aku berharap dia kembali. Aku sudah selesai dengan masalah diriku. Dan mungkin saja kita siap buat ngejalani hari yang dulu kita impikan.

Tapi mungkin itu hanya angan angan ku. Mungkin kan secercah harapan itu muncul?

Aku ingin kita berbicara lagi. Mengobrol lagi. Bertukam fikiran lagi. Aku senang dengan obrolan kita. Kamu pria dengan jiwa yang paling luas yang aku temui. Aku selalu berdoa kamu tetap baik baik saja. 

Komentar

Postingan Populer